☕️ Espresso Martini: Menjaga Jiwa Tetap Sadar Namun Terpengaruh

Author

Sophia

Diperbarui 11/12/2024

4.5(70)
Espresso Martini dalam gelas coupe dingin dengan busa lembut dan tiga biji kopi, yang melambangkan kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan.

I. Kafein Bertemu Etanol, Perpaduan Sempurna dalam Dunia Mixologi

"Liquid Adrenaline Shot" ini mewakili trik ultimate manusia untuk kehidupan modern, menghubungkan produktivitas pagi dengan kegilaan malam dengan mulus. Ketika espresso bertemu dengan vodka, itu seperti membiarkan seorang fisikawan kuantum yang ketat menari tango, yang rasional dan gila sekaligus. Dalam tiga detik, ia membuat pupil mata Anda melebar dan bibir Anda melengkung ke atas, mencapai superposisi kuantum di mana pikiran Anda tetap tajam sementara tubuh Anda melayang pergi.Dalam tiga detik, ia membuat pupil mata Anda melebar dan bibir Anda melengkung ke atas, mencapai superposisi kuantum di mana pikiran Anda tetap tajam sementara tubuh Anda melayang pergi.

II. Asal Usul Espresso Martini: Lahirnya Sebuah Legenda

2.1 Malam yang Mengubah Dunia Bartending
Waktu kembali ke tahun 1983 di distrik Soho, London, malam yang dipenuhi hangover dan inspirasi. Bartender legendaris Dick Bradsell dihadapkan pada permintaan paling kontradiktif dalam sejarah. Seorang supermodel menepuk bar dan berkata, "Berikan aku minuman yang bisa membangunkanku dan membuatku mabuk!" (Kata-kata aslinya bahkan lebih eksplosif: "Bangunkan aku, lalu buat aku mabuk!")

2.2 Pencerahan Mesin Espresso
Takdir berkata lain, tatapan Bradsell tertuju pada mesin espresso baru yang berkilauan. Dalam sekejap, ia menggabungkan 30 ml espresso segar dengan vodka. Saat tegukan pertama menyentuh bibir sang model, umat manusia menemukan persamaan sempurna antara vitalitas malam hari dan alkohol yang memabukkan.

2.3 Tentang Nama
Meskipun namanya, Espresso Martini bukanlah "martini" sejati, karena tidak mengandung gin atau vermouth. Namun, ia menggunakan label "martini" sebagian besar karena disajikan dalam gelas berbentuk V.

III. Resep Espresso Martini

3.1 Bahan-bahan dengan Presisi Molekuler

Komponen Ukuran Standar Interpretasi Jiwa
Vodka 50ml Pembunuh diam-diam (disarankan 40% ABV)
Espresso segar 30ml Harus <2 menit setelah diseduh, kopi basi adalah penistaan
Likur Kopi 20ml Kahlúa lebih disukai (sentuhan karamel lembut)
Sirup Gula 5-10ml Jaring pengaman rasa manis
Biji Kopi 3 (Opsional) Holy Trinity: Kesehatan/Kekayaan/Kebahagiaan
Es Batu Sesuai kebutuhan Karena koktail hangat adalah kejahatan terhadap kemanusiaan

3.2 Cara Membuat Espresso Martini

1️⃣ Glass Frosting: Dinginkan gelas martini selama 10 menit
2️⃣ Espresso Tempering: Dinginkan espresso segar hingga <25°C sebelum dikocok, jika tidak, Anda akan mendapatkan secangkir air rendaman kaki beraroma kopi
3️⃣ Shaker Showdown: Campurkan vodka, likur kopi, espresso dingin, Sirup Gula, dan es. Kocok dengan keras selama 12-15 detik hingga terbentuk embun beku, ujian kebugaran ultimate untuk bartender
4️⃣ Foam Alchemy: Saring ke dalam gelas dingin sambil mempertahankan busa yang padat, ini adalah cappuccino latte dalam dunia koktail
5️⃣ Ritual Finish: Hiasi dengan biji kopi sambil berbisik "Naik gaji setelah minum", dan jika Anda memiliki alatnya, bakar dengan obor, aroma berasapnya akan langsung masuk ke kepala Anda.

IV. Mengungkap Pesona Klasik Espresso Martini

Daya tarik Espresso Martini terletak pada perpaduan rasa dan tekstur yang harmonis. Kekuatan espresso berpadu sempurna dengan kelembutan vodka dan manisnya likur kopi, menciptakan pengalaman yang seimbang dan memanjakan. Busa krim di atas minuman ini menambahkan sentuhan mewah, membuatnya sedap dipandang dan nikmat di lidah.

V. Espresso Martini Lore

  • Orang Australia mengonsumsi cukup banyak setiap tahunnya untuk mengelilingi dunia tiga kali (mantan barista yang beralih menjadi bartender)
  • "Turbo Edition" London 2018 menggunakan konsentrat cold brew, setara dengan kafein dalam 3 Red Bull
  • Espresso Martini awalnya bernama "Vodka Espresso" sebelum seseorang memutuskan bahwa menambahkan "martini" pada nama minuman apa pun yang disajikan dalam gelas berbentuk V adalah ide pemasaran yang bagus.
  • Terlepas dari namanya, Espresso Martini sama sekali tidak mengandung vermouth dan akan membuat para penggemar martini tradisional menangis ke dalam air garam zaitun mereka.
  • Koktail ini begitu populer hingga versi pra-campur dalam kaleng kini tersedia, meskipun bartender di seluruh dunia merasa merinding saat mendengar fakta ini.
  • Taburan biji kopi bukan hanya hiasan, menghancurkan biji kopi di antara gigi sebelum menyesap dapat memperkuat aroma dan rasa kopi. Mungkin sebaiknya jangan lakukan ini pada kencan pertama.
  • Hiasan tiga biji kopi berasal dari tradisi Yunani, meskipun interpretasi modern menyarankan "Persetujuan Klien," "Berangkat Tepat Waktu," dan "Akhir Pekan Sebenarnya"

Ⅵ. Variasinya Espresso Martini Cocktail 👩‍🍳

  • Mocha Espresso Martini: Tambahkan sedikit Likur cokelat, dan Anda akan mendapatkan minuman mocha yang luar biasa yang membuat Anda bertanya-tanya mengapa kafe-kafe tutup pada pukul 5 sore.
  • Salted Caramel Espresso Martini: Manis, asin, dan tak terbantahkan menggoda, varian ini menghadirkan sirup karamel dan sejumput garam laut ke dalam minuman.
  • Cold Brew Martini: Versi yang lebih segar dari versi asli. Minuman ini mengganti espresso dengan kopi cold brew, menghasilkan rasa yang lebih halus dan kurang pahit. Sempurna untuk siapa saja yang menyukai kafein yang dingin dan pujian yang tulus.

Ⅶ. Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Koktail Espresso Martini (FAQ) 🕵️

1. Apakah Espresso Martini sebenarnya adalah Martini?

Secara teknis, Martini terdiri dari gin dan vermouth. Minuman ini tidak mengandung keduanya, sehingga diberi label "Martini" semata-mata karena disajikan dalam gelas martini. Nama tersebut melekat karena "Espresso dalam Gelas Mewah" tidak terdengar semenarik itu.

2. Mengapa ada tiga biji kopi di atas?

Tradisi mengatakan bahwa mereka melambangkan kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Selain itu, mereka juga terlihat sangat bagus.

3. Kapan sebaiknya saya minum Espresso Martini?

Setelah makan malam, di pesta, atau kapan pun Anda membutuhkan kombinasi antara "bangun" dan "rileks". Ini sangat serbaguna. Beberapa orang menikmatinya sebagai koktail bergaya dessert.

4. Berapa banyak kafein yang sebenarnya saya konsumsi dalam sebuah Espresso Martini?

Sebuah Espresso Martini standar mengandung kafein sebanyak satu shot espresso, sekitar 60 hingga 80 miligram. Itu lebih sedikit daripada secangkir kopi biasa, tetapi cukup untuk membuat Anda tetap waspada dengan nyaman sementara alkohol berusaha membuat Anda rileks. Ini seperti mengemudi dengan satu kaki di pedal gas dan yang lain di pedal rem.

5. Bisakah saya membuat Espresso Martini tanpa mesin espresso?

Tentu saja. Gunakan cold brew yang kuat atau bubuk espresso instan. Kunci utamanya adalah mendapatkan rasa kopi yang kuat dan, idealnya, sedikit busa di atasnya. Apakah hasilnya akan sama persis dengan versi yang dibuat dengan espresso segar? Tidak. Apakah rasanya tetap lezat dan bisa membuat saya terjaga? Tentu saja.


Referensi:
[1]: https://en.wikipedia.org/wiki/Espresso_martini
[2]: https://www.epicurious.com/recipes-menus/history-of-espresso-martini
[3]: https://mareoysterbar.com/history-of-the-espresso-martini/

Beri nilai artikel ini